Inter Pamit Transfer Musim Panas, Meski Masih Beberapa Hari
Bandar36 JPDewa

Pasar transfer musim panas 2021 masih tersisa beberapa hari lagi. Sebelum resmi ditutup tanggal 31 Agustus nanti, seharusnya banyak tim masih berburu. Namun, Inter pamit lebih dahulu dibanding klub lainnya.

Meski kehilangan banyak pilar penting, Inter mantan juara liga Italia musim sebelumnya. Dinilai tidak melakukan pembelian fantastis. Pasalnya, tidak ada nama besar yang Mereka dapatkan seperti musim sebelumnya.

Meski begitu dipercaya kekuatan tim akan tetap stabil sepeninggalan dua kekuatan utama tersebut. Seperti yang Kita ketahui bahwa Hakimi dan Lukaku pergi meninggalkan klub. Mereka diboyong klub besar.

Momen seperti ini seharusnya menjadi sulitkan manajemen untuk mempertahankan performa musim lalu. Namun, klub sedikit terbantu dengan biaya transfer kedua pemain yang termasuk dalam kategori fantastis.

Dapat Pemasukan Besar, Tapi Harus Tetap Hemat

Romelu Lukaku yang dibeli oleh Chelsea 115 juta euro serta Hakimi pergi ke PSG. Mungkin akan membuat kekuatan tim makin lemah. Hanya saja dengan dana segar tersebut, mempermudah manajemen masa krisis.

Kendati demikian, mantan juara seri A musim lalu tetap harus berhemat. Dana yang didapatkan dari penjualan striker top berbadan besar, harus digunakan secara tepat sasaran.

Terbukti dengan pembelian Denzel Dumfires Joaquin Correa, dan Edin Dzeko dalam total kisaran tidak lebih 18 juta euro. Masih sisa banyak dana sisa penjualan yang bisa dipergunakan memperbaiki krisis tim.

Namun, harusnya dengan biaya seperti itu Mereka bisa mendapatkan pemain lainnya. Ini dilakukan demi tetap mempertahankan tahta juara seri A musim sebelumnya dan UCL mendatang.

Pembelian pemain dinilai mampu menutupi kekurangan yang akan muncul. Pasalnya, mungkin keseluruhan tim tetap pemain lama. Tapi, moral tim tetap akan menurun sepeninggalan dua pemain kunci.

Meski manajemen percaya dengan keputusannya, tetapi fans pasti akan berkata lain. Mereka pasti kecewa dengan keputusan manajemen yang hanya dinilai melakukan tindakan seperlunya saja.

Marota petinggi tim Inter mengataan bahwa tidak mudah menggantikan kedua pemain tersebut. Setidaknya perlu amankan finansial tim dalam waktu kontraksi. Inilah yang menjadi alasan kenapa Inter berhemat dahulu.

Tapi, apakah benar manajemen ingin berhemat atau memang pelit? Tim Inter memang terkenal pelit dan tidak suka menghamburkan uang. Buktinya dengan mendatangkan Romelu Lukaku musim lalu.

Mereka mengeluarkan penawaran berulang kali dari Man United. Beruntung Mereka mendapatkannya dan membuat tim selalu menang. Memang cocok gaya bermain Inter dengan pemain penyerang murni tersebut.

Lalu Ia berhasil sukses bersama Inter dan harus dijual. Sepeninggalan Lukaku Inter masih memilih untuk berhemat. Itu bukti bahwa manajemen tim tidak mau menghamburkan uang alias pelit.

Hadapi Grup UCL yang Berbahaya

Dengan skuat yang ada, Inter harus masuk ke liga UCL yang terkenal diikuti tim elite dunia. Tentu, peluang Mereka untuk masuk final atau semi final makin kecil sepeninggalan Lukaku dan Hakimi.

Apalagi Mereka harus berhadapan dengan Real Madrid, Shakhtar Donetsk, dan lain0lain. Tentunya itu merupakan pengalaman buruk yang harus bisa diatasi oleh Mereka atau harus terulang posisi dasar.

Posisi dasar saat masih diasuh oleh Conte, membuat Inter tenggelam pada papan bawah klasemen grup UCL. Dengan raihan enam poin saja berarti hanya menang 2 kali dari 6 pertemuan Mereka.

Jadi, apakah keputusan untuk menutup diri lebih awal bagus dilakukan? Memperbaiki diri untuk menghadapi kompetisi lebih sulit tidak dilakukan tim. Mereka malah mendatangkan penyerang tua sebagai pengganti Lukaku.

Sudah jelas dari segi penyelesaian dan postur Dzeko kalah jauh. Tidak menutup kemungkinan dengan skuat tersebut Inter bahkan tidak akan lolos. Sehingga sebaiknya manajemen tim Inter memikirkan kembali keputusan undur diri tersebut.

Indokasino Bantengmerah KLIK4A