Faktor Politik Berpengaruh Terhadap Babak Play Off Zona Eropa
Bandar36 JPDewa

Sebanyak 12 tim dari zona Eropa akan menjalani pertandingan babak play off untuk menentukan siapa saja yang berhak lolos menuju Piala Dunia 2022 menyusul negara lainnya. Hanya akan diambil tiga tim dari 12 yang bertanding.

Di babak play off zona Eropa, faktor politik memberikan pengaruh terhadap pertandingan. Pengaruh yang ditimbulkan yaitu pada pembagian kelompok tanggal 26 November mendatang. Tidak boleh terjadi pertemuan antara negara yang mempunyai hubungan politik kurang baik.

Bahkan aturan mengenai hal tersebut muncul pada FIFA atau UEFA. Tim sejumlah 12 tersebut akan dibagi menjadi tiga grup. Setiap grup terdiri dari empat tim dan akan bertanding pada babak semifinal maupun final. Juara setiap kelompok akan mendapatkan tiket menuju Qatar.

Pengaruh Faktor Politik Terhadap Pertandingan Play Off Piala Dunia Zona Eropa

Pembagian kelompok pada pertandingan play off Piala Dunia 2022 zona Eropa tidak terlepas dari aturan politik yang harus dipenuhi. Salah satu contohnya adalah tim Ukraina dan Rusia dilarang bertemu karena hubungan politik keduanya kurang baik.

Dahulu Ukraina bersama Rusia pernah masuk ke dalam Uni Soviet. Namun, Ukrina pada awal dekade 90-an memutuskan untuk merdeka dan melepaskan diri. Hal itulah yang membuat hubungan kedua negara tersebut tidak akur hingga sekarang ini.

Bahkan pada bulan November ini, berdasarkan informasi yang didapatkan dari abc.net.au Rusia membangun pangkalan militer di wilayah perbatasan dengan negara Ukraina. Polemik ini dikhawatirkan bisa menimbulkan peperangan antara Rusia dengan Ukraina.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, kedua tim tersebut dilarang bertemu dalam pertandingan menuju Piala Dunia 2022. Jadi, mereka berdua tidak akan diletakkan dalam satu grup.

Sebenarnya tidak hanya negara Rusia dan Ukraina saja yang tidak diperkenankan dalam satu grup di kualifikasi Piala Dunia. Ada beberapa negara lain yang juga dihindari untuk bertemu dalam satu pertandingan.

Diantaranya Spanyol dan Gibraltar, Azerbaijan dan Armenia, Herzegovia dan Bosnia dengan Kosovo, Rusia dan Kosovo, Serbia dan Kosovo. Namun, pertandingan play off hanya menyisakan tim Ukraina dan Rusia saja. Jadi, pertemuan satu kelompok yang dilarang hanya mereka saja.

Peristiwa yang Menjadi Bukti Bahwa Faktor Politik Pengaruhi Aturan Pertandingan

Dengan melihat situasi Eropa sekarang ini, bisa dikatakan bahwa sepakbola tidak bisa seutuhnya bebas dan merdeka. Faktor politik yang ada juga memberikan pengaruh signifikan pada pertandingan sepak bola antar negara.

Pada dasarnya, pertengkaran politik tidak hanya terjadi antar negara saja, namun juga antar pemain. Sebagai contoh akan muncul pertengkaran di lapangan pertandingan jika pemain berdarah Serbia bermain dengan timnas Kosovo atau Albania.

Ada satu peristiwa pada Piala Dunia tahun 2018 Granit Xhaka berdarah Kosovo Albania dan Xherdan Shaqiri membela Swiss melawan Serbia. Pada pertandingan tersebut memunculkan permusuhan dan pertengkaran karena mereka memang tidak akur.

Peristiwa lainnya adalah Marko Arnautovic timnas Austria berdarah Serbia pada pertandingan Euro 2020 pernah mengucapkan kata yang tidak pantas setelah berhasil mencetak gol ke gawang Masedonia Utara. Kapten David kemudian menutup mulut Marko Arnautovic.

Pasalnya Masedonia Utara dengan Serbia memiliki hubungan yang tidak terlalu akur. Di dalam pertandingan sepak bola sebaiknya memang tidak ada peraturan mengenai hal tersebut. Harusnya semangat sportivitas bisa mendamaikan atau setidaknya bebas dari masalah politik.

Namun, fakta lapangannya aturan mengenai hal tersebut memang ada meskipun batasannya tidak terlalu jelas. Jadi, bisa disimpulkan bahwa aturan tidak diperbolehkannya bertemu antara kedua negara yang berselisih sifatnya khusus dan tidak rinci.

Indokasino Bantengmerah KLIK4A