BWF, Hendra Setiawan dan Kevin Sanjaya Master Of Deception
Bandar36 JPDewa

Asosiasi pembulu tangkis internasional (BWF) memberikan sorotan lebih kepada aksi dua pemain bulu tangkis Indonesia yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo dan juga Hendra Setiawan. Bahkan mereka juga dinobatkan sebagai pemain yang ahli dalam gerakan menipu atau Master of Deception. Tentu saja gelar tersebut bukan tanpa alasan.

Gelar tersebut diberikan karena sesuai dengan tampilan dari pemain bulu tangkis tersebut juga. Seperti Kevin Sanjaya yang memang terkenal cukup tengil dilapangan justru mendapatkan sebuah apresiasi cukup bagus dari pihak BWF sendiri. Bahkan ia juga mendapat gelar tersebut dari asosiasi bulu tangkis internasional.

Bukan hanya itu saja, pemberian gelar dimana disandang oleh Kevin Sanjaya sendiri juga disertai dengan adanya bukti mengapa BWF memberikannya penobatan tersebut. Bukti yang dimaksudkan sendiri ialah berupa kompilasi beberapa video dimana isinya mengenai gerakan Kevin atau Hendra Setiawan terlihat sangat jago menipu lawan.

Gerakan tipuan dimana ditampilkan tersebut menunjukkan jika kedua pemain tersebut bisa membuat lawan sampai termangu melihat shuttlecock. Hal inilah yang membuktikan mengapa hingga asosiasi permainan bulu tangkis internasional sampai memberikan sorotan lebih besar kepada dua pemain asal Indonesia tersebut. Anda bisa melihat permainan keduanya.

Permainan Bulu Tangkis Kevin dan Hendra

Video bukti yang diberikan oleh BWF cukup meyakinkan, seperti misalnya saja kejadian dimana terjadi saat laga semifinal Malaysia Open tahun 2017 dalam kategori ganda putra. Saat itu Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon melawan Jepang, yakni Takeshi Kamura bersama Keigo Sonoda.

Dengan mudahnya Kevin Sanjaya meletakkan shuttlecock ke posisi yang bahkan tidak dapat diprediksi oleh lawan mainnya. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh Hendra Setiawan dimana memang berpasangan dengan Muhammad Ahsan dalam menangkis shuttlecock ke wilayah kosong. Hal ini membuat lawan mainnya menjadi limbung.

Alhasil dalam pertandingan melawan Mathias Boe dan Carsten Mogensen tidak dapat mengejar shuttlecock yang telah dipukul oleh Hendra. Pemain lawannya sendiri hanya bisa melihat dengan nanar bola yang datang kearahnya. Tentu saja dari kejadian tersebut, Hendra dengan pasangannya berhasil mencetak angka dalam pertandingan saat itu.

Namun sayangnya di akhir tahun 2020 nanti, para penggemar permainan olahraga bulu tangkis ini tidak lagi bisa melihat semua aksi yang diberikan oleh Hendra ataupun Kevin. Sebab pihak PSBI sendiri tidak akan mengagendakan pemain nasional tampil di ajang pertandingan bergensi tersebut.

Hendra Dimata Pemain Lawan Bulu Tangkis

Bahkan pemain bulu tangkis ganda putra dari Malaysia sendiri, Aaron Chia mengatakan jika dirinya kagum dengan sosok Hendra Setiawan. Hendra dengan Mohammad Ahsan sendiri masih tetap jadi salah satu dari beberapa pemain andalan di Indonesia. Meskipun kedua pemain tersebut juga bukan berusia muda lagi.

Seperti yang sudah diketahui banyak penggemar permainan olahraga satu ini, usia Hendra tahun ini sendiri sudah menginjak 36 tahun. Di tahun 2019 bahkan keduanya, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan membuat empat gelar juara. Salah satunya ialah kejuaraan dunia dan membuat nama Indonesia semakin harum.

Bahkan Federasi Bulu Tangkis Dunia juga membuat catatan bahwa Hendra sebagai pemain paling tua dimana berhasil mendapatkan medali emas dalam kejuaraan dunia. Karena banyaknya prestasi yang didapatkan oleh Hendra sendiri. Ia bahkan sering kali dijadikan sebagai salah satu panutan oleh para pemain lainnya.

Seperti pemain negeri tetangga yang juga menjadi penggemar dari Hendra. Tidak sedikit orang pemain melihat Hendra sebagai panutan atau idolanya. Bukan hanya sebagai idola, bahkan salah satu pemain terbaik Indonesia tersebut juga digadang – gadang menjadi lawan yang cukup sulit untuk dikalahkan karena keahliannya.

Indokasino Bantengmerah KLIK4A